Selebriti

Akshay Kumar: Superstar yang Nggak Pernah Berhenti

3 menit baca
4 views
Akshay Kumar: Superstar yang Nggak Pernah Berhenti

Ada masa ketika Akshay Kumar dikenal sebagai lelaki yang selalu datang dengan pukulan, tendangan, dan aksi berbahaya. Ada masa ketika namanya justru lebih sering muncul dalam film-film komedi. Kemudian, ia menjelma menjadi aktor yang gemar membawa persoalan sosial ke layar lebar. Dan ada pula masa ketika nama Akshay Kumar berkali-kali muncul dalam daftar film yang gagal di box office.

 

Namun, satu hal tidak pernah benar-benar berubah: Akshay selalu punya film untuk menyapa penggemarnya.

 

Lahir pada 9 September 1967, perjalanan Akshay Kumar di Bollywood telah berlangsung lebih dari tiga dekade. Ia memulai karier filmnya pada awal 1990-an sebagai salah satu wajah baru Bollywood. Saat itu, belum ada yang tahu bahwa aktor muda bernama Rajiv Hari Om Bhatia tersebut kelak akan menjadi salah satu bintang paling produktif di industri Hindi.

 

Film debutnya, Saugandh (1991), belum menjadikannya bintang besar. Tetapi hanya setahun kemudian, sebuah film bernama Khiladi mengubah arah kariernya. Dari sana, lahirlah Khiladi Kumar.

 

Dari aktor muda menjadi Khiladi Kumar

 

Sepanjang era 1990-an, Akshay semakin identik dengan film action dan thriller. Main Khiladi Tu Anari, Sabse Bada Khiladi, Khiladiyon Ka Khiladi, hingga International Khiladi memperkuat citranya sebagai salah satu bintang action Bollywood. Ia seolah menemukan rumahnya.

Tetapi perjalanan Akshay tidak berhenti di sana. Ketika banyak aktor memilih mempertahankan formula yang sudah terbukti berhasil, Akshay perlahan memperlihatkan sisi lain dirinya. Ia mulai mengambil peran dalam film dengan genre yang lebih beragam. Dan kemudian datang sebuah film yang mengubah cara penonton melihatnya.

 

Dari membuat penonton tertawa ke membawa isu sosial

 

Memasuki dekade 2010-an, pilihan film Akshay kembali mengalami perubahan.

Ia mulai lebih sering mengambil film yang mengangkat persoalan sosial, sejarah, nasionalisme, atau kisah nyata.

Special 26 dan Baby memperlihatkan sisi seriusnya. Airlift membawanya ke kisah evakuasi warga India dari Kuwait. Kemudian Rustom, Toilet: Ek Prem Katha, dan Pad Man semakin memperlihatkan ketertarikannya terhadap cerita yang tidak hanya berusaha menghibur. Khususnya melalui Toilet: Ek Prem Katha dan Pad Man, Akshay mengambil posisi yang berbeda dari image bintang Bollywood pada umumnya.

 

Bukan aktor yang selalu menang

 

Mungkin inilah bagian paling menarik dari perjalanan Akshay Kumar.

Kariernya bukan kisah tentang seorang superstar yang selalu mendapatkan blockbuster.

Ada film-film hit. Ada film yang biasa saja. Ada pula film yang gagal.

Tetapi jumlah kegagalan tersebut tidak pernah benar-benar membuatnya meninggalkan layar lebar.

Akshay terus bekerja.

 

Ia terus mencoba genre baru, karakter baru, dan formula baru. Kadang berhasil, kadang tidak. Tetapi selalu ada proyek berikutnya. Bagi seorang aktor yang telah berada di industri selama lebih dari 30 tahun, konsistensi semacam itu bukan hal kecil.

 

Sebab bertahan di Bollywood bukan hanya tentang seberapa tinggi seorang bintang bisa mencapai puncak. Kadang, ukurannya justru adalah seberapa cepat ia mampu berdiri setelah mengalami kegagalan.

Akshay Kumar mungkin bukan aktor yang selalu menang.

Tetapi ia adalah aktor yang selalu kembali.

 

Dari aktor muda pada awal 1990-an, menjadi Khiladi Kumar, menjelma sebagai salah satu raja komedi Bollywood, mengambil peran-peran serius dan film bertema sosial, melewati masa ketika sejumlah filmnya gagal, hingga terus muncul dalam proyek-proyek baru—perjalanan Akshay memperlihatkan satu hal yang lebih penting daripada sekadar angka box office.

 

Kemampuan untuk terus bergerak.

 

Pada akhirnya, mungkin itulah alasan mengapa nama Akshay Kumar masih menjadi bagian dari percakapan Bollywood setelah lebih dari tiga dekade. Bukan karena setiap filmnya sempurna. Bukan pula karena setiap eksperimennya berhasil. Melainkan karena ketika satu pintu tertutup, Akshay hampir selalu mencari pintu berikutnya.

 

Dan mungkin, untuk seorang aktor, itulah bentuk keberhasilan yang paling sulit ditiru:

 

Bukan selalu menang, tetapi selalu kembali.

Bagikan: