Jakarta, 26 Agustus 2026, masih dalam rangka kemerdakan Republik Indonesia yang ke 81, Keana Production bersama Parfi dan Lembaga Filantopi Dompet Dhuafa menggelar pertunjukan bertajuk ‘Meradjoet Sendja’. Diadakan di Geudng Kesenian Jakarta, pertunjukan ini melibatkan sejumlah seniman yang sangat berkompeten di bidangnya seperti Marcella Zalianty, Arswendy Bening Swara, Lutfi Adriansyah, Tanta Ginting, Edopaha, Isyana Sarasvati, Dira Sugandi, Shanna Shannon, Jane Callista, Fryda Lucyana, dan Ridho Rokhana.

Pertunjukan yang diproduseri dan disutradarai Olivia Zalianty menggabungkan sejarah, musik, dan seni pertunjukan untuk menghidupkan kembali pemikiran serta perjuangan tokoh-tokoh bangsa.
Judul “Meradjoet Sendja” menggunakan ejaan lama untuk menghadirkan nuansa awal kemerdekaan. “Meradjoet” bermakna menyambungkan kembali benang-benang pemikiran yang terpisah, sementara “Sendja” melambangkan penghujung suatu fase sekaligus awal menuju lembar baru.
Pertunjukan terdiri dari empat babak, antara lain dialog Soekarno-Hatta, masa pembuangan dan lahirnya gagasan Pancasila, monolog Siti Soendari, serta dialog imajiner antara Soekarno dan Tan Malaka yang mengangkat sisi sejarah yang jarang diketahui publik.

Olivia Zalianty selaku sutradara mengaku memiliki kesulitan dalam menemukan pemain Bung Karno.
“Memerankan seorang Bung Karno kalau salah pilih pemain, rasanya itu… dosa kali ya. Karena Bung Karno itu sosok yang memukau.” Dia kemudian melanjutkan bahwa hasil dari pementasan ini nantinya akan di donasikan untuk saudara-saudara yang sedang berduka di NTT. “Mudah-mudahan persembahan kita di malam ini, kita bisa berikan sedikit untuk saudara-saudara kita yang sedang berduka di NTT.”
PARFI ’56 melalui Marcella Zalianty menekankan bahwa acara ini juga menjadi bagian dari upaya memperjuangkan kesejahteraan dan ruang berkarya bagi seniman serta pekerja film, baik senior maupun generasi muda.




