News

Pengadilan Pertanyakan Apakah Reputasi Keluarga Diwariskan Lintas Generasi Untuk Kasus Aaradhya Bachchan

3 menit baca
3 views
Pengadilan Pertanyakan Apakah Reputasi Keluarga Diwariskan Lintas Generasi Untuk Kasus Aaradhya Bachchan

Courtesy: bollywoodhungama.com

 

Pengadilan Tinggi Delhi tengah mempertimbangkan sejumlah pertanyaan hukum penting dalam perkara yang diajukan Aaradhya Bachchan, putri Abhishek Bachchan dan cucu Amitabh Bachchan. Perkara tersebut berkaitan dengan konten daring yang diduga menyebarkan informasi palsu serta merugikan reputasi dan privasi Aaradhya.

 

Dalam sidang pada Kamis, 13 Agustus, Hakim Anup Jairam Bhambhani mempertanyakan apakah reputasi yang melekat pada sebuah keluarga terkenal dapat memiliki perlindungan hukum yang berlaku hingga generasi berikutnya.

 

Salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian pengadilan adalah apakah nama keluarga seperti Bachchan dapat memiliki nilai reputasi yang menyerupai goodwill sebuah merek.

 

Hakim Bhambhani mempertanyakan apakah reputasi yang dibangun melalui prestasi anggota keluarga dapat dianggap memiliki nilai hukum yang tetap melekat kepada generasi berikutnya.

 

Pengadilan kemudian merumuskan beberapa pertanyaan yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam perkara tersebut. Salah satunya adalah apakah reputasi sebuah nama keluarga dapat dipertahankan dan memperoleh perlindungan hukum lintas generasi, serta sampai sejauh mana perlindungan itu dapat diberikan.

 

Pengadilan juga mempertanyakan apakah penyebaran berita palsu yang sangat merugikan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap hak kekayaan intelektual. Jika bisa, pengadilan ingin menentukan kategori hak kekayaan intelektual apa yang relevan.

 

Selain itu, muncul pertanyaan apakah konsep pencemaran nama baik dan kerusakan reputasi dapat ditempatkan dalam ranah hukum kekayaan intelektual.

 

Hakim menegaskan bahwa pertanyaan tersebut masih bersifat umum dan bukan merupakan daftar persoalan hukum yang telah ditetapkan secara final.

 

Perkara ini bermula pada 2023, ketika Aaradhya, melalui ayahnya, Abhishek Bachchan, mengajukan gugatan terhadap sejumlah kanal YouTube dan pihak-pihak yang tidak dikenal.

 

Gugatan tersebut berkaitan dengan konten yang dianggap melanggar privasi dan menyebarkan klaim palsu mengenai kehidupan serta kondisi kesehatan Aaradhya.

 

Sejumlah video bahkan disebut-sebut mengklaim bahwa Aaradhya menderita penyakit serius dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Ada pula konten yang secara keliru menyatakan bahwa Aaradhya telah meninggal dunia.

 

Konten lainnya diduga menuduh keluarga Bachchan tidak memberikan penanganan medis yang tepat kepada sang anak.

 

Pada April 2023, Pengadilan Tinggi Delhi telah mengeluarkan perintah sementara yang melarang pihak-pihak tersebut menyebarkan materi mengenai kondisi kesehatan Aaradhya.

 

Dalam persidangan terbaru, pengacara Aaradhya, Pravin Anand, berpendapat bahwa perkara tersebut tidak hanya menyangkut reputasi pribadi Aaradhya, tetapi juga reputasi keluarga Bachchan secara keseluruhan.

 

Anand merujuk pada konsep hukum passing-off, yang menurutnya memberikan perlindungan lebih luas daripada sekadar hukum merek dagang.

 

Ia menyoroti penggunaan foto anggota keluarga Bachchan serta nama keluarga mereka dalam konten yang memberikan kesan keliru mengenai kondisi Aaradhya.

 

Menurut pihak Aaradhya, penyebaran klaim bahwa seorang anak telah meninggal dunia atau menderita penyakit serius merupakan informasi palsu yang berpotensi menimbulkan kerugian besar terhadap dirinya dan keluarganya.

 

Persidangan turut menyinggung perkembangan konsep hak kepribadian (personality rights), terutama di tengah semakin maraknya penggunaan nama, foto, dan identitas figur publik di internet.

Hakim Bhambhani mempertanyakan batas dari hak tersebut dan siapa saja yang sebenarnya dapat mengklaim perlindungan berdasarkan hak kepribadian.

 

Perdebatan ini menjadi semakin menarik karena perkara Aaradhya tidak hanya menyangkut seorang anak dari keluarga terkenal, tetapi juga bersinggungan dengan isu privasi, pencemaran nama baik, reputasi keluarga, hak kepribadian, serta hukum kekayaan intelektual.

 

Pengadilan Tinggi Delhi dijadwalkan melanjutkan persidangan pada 15 September 2026. Keputusan atau perkembangan berikutnya berpotensi menjadi rujukan penting mengenai sejauh mana hukum dapat melindungi reputasi keluarga terkenal dan anak-anak selebritas dari penyebaran informasi palsu di dunia digital.

Bagikan: