News

Sengketa Finansial Mewarnai Perilisan Tu Hai Meri Kiran, Diminta Setor 8,85 Crore

2 menit baca
4 views
Sengketa Finansial Mewarnai Perilisan Tu Hai Meri Kiran, Diminta Setor 8,85 Crore

Courtesy: bollywoodhungama.com

 

Menjelang jadwal tayang bioskop pada 23 Oktober 2026, film terbaru pasangan Sonakshi Sinha dan Zaheer Iqbal, Tu Hai Meri Kiran, diterpa masalah hukum serius. Pengadilan Tinggi Bombay pada Senin (19/10/2026) memutuskan bahwa rumah produksi Echelon Productions dilarang merilis atau mengeksploitasi film tersebut secara komersial, kecuali menyetorkan dana sebesar Rs 8,85 crore (sekitar Rp 16,5 miliar) ditambah bunga tahunan 15 persen sebagai jaminan bagi mitra ko-produser, AND Movie Products LLP.

 

Sengketa ini berakar dari perjanjian ko-produksi yang ditandatangani pada Maret 2024 untuk anggaran film senilai Rs 15 crore. Pihak AND Movie Products melaporkan telah menyetorkan investasi sebesar Rs 8,85 crore hingga Januari 2025, namun Echelon Productions gagal mengembalikan dana tersebut sesuai batas waktu kontrak pada April 2025. Masalah memuncak ketika cek pembayaran senilai Rs 7,50 crore yang diterbitkan oleh pihak Echelon justru ditolak oleh bank (bounced) pada Januari 2026.

 

Hakim Amit Borkar menegaskan bahwa penyetoran dana ke rekening pengadilan dalam waktu tiga hari kerja menjadi syarat mutlak jika film tersebut ingin tetap tayang sesuai jadwal. Selain kewajiban finansial, Echelon Productions juga diwajibkan transparan mengenai seluruh perjanjian eksploitasi pihak ketiga, menampung pendapatan film di rekening terpisah, serta memperbaiki kredit nama produser pada materi publikasi resmi.

 

Keputusan tegas Pengadilan Tinggi Bombay ini diambil guna melindungi hak kontraktual dan investasi pihak ko-produser tanpa harus membatalkan hak tayang karya sinema tersebut. Hingga saat ini, proses hukum akhir mengenai kewajiban para pihak akan dilanjutkan melalui jalur arbitrase resmi.

Bagikan: