Courtesy: bollywoodhungama.com
Asosiasi Pekerja Film Seluruh India (AICWA) mendesak kepolisian untuk segera menindak tegas sutradara kondang Sanjay Leela Bhansali. Tuntutan ini mencuat setelah seorang tukang kayu bernama Chandradhari Singh Yadav (42) tewas akibat tersengat listrik saat bekerja di lokasi syuting film terbaru Bhansali, Love & War, pada 17 Juni 2026 dini hari.
Presiden AICWA, Suresh Gupta, dilaporkan telah menyurati Kepala Menteri Maharashtra, Devendra Fadnavis. Dalam surat tersebut, Gupta meminta pihak berwenang mengajukan laporan polisi (FIR) terkait pembunuhan terhadap Bhansali, menuntut kompensasi sebesar Rs 1 crore (sekitar Rp1,9 miliar) untuk keluarga korban, serta melakukan penyelidikan menyeluruh. Korban yang berpulang meninggalkan seorang istri dan dua anak perempuan yang masih kecil.
Gupta menuduh Bhansali sengaja mengabaikan standar keselamatan kerja demi menghemat anggaran produksi. Ia juga membeberkan bahwa ini bukan kali pertama kelalaian fatal terjadi di bawah arahan sang sutradara. Menurut catatannya, insiden serupa yang merenggut nyawa pekerja juga pernah terjadi di lokasi syuting film Devdas (dua korban jiwa) dan Padmaavat pada tahun 2016 (satu korban jiwa).
AICWA menegaskan perlunya reformasi standar keselamatan yang lebih ketat di industri perfilman India agar para pekerja lapangan tidak terus menjadi korban. Hingga saat ini, pihak Sanjay Leela Bhansali maupun tim produksinya belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan dan tuntutan hukum tersebut.




