Courtesy: bollywoodhungama.com
Sutradara ternama Anurag Kashyap akhirnya angkat bicara setelah namanya disebut dalam dokumen yang beredar luas di internet dan dikenal sebagai Berkas Epstein. Dokumen tersebut dikaitkan dengan mendiang Jeffrey Epstein, pengusaha Amerika yang terlibat kasus kejahatan seksual dan jaringannya yang menuai sorotan global.
Dalam beberapa hari terakhir, berbagai salinan digital berupa catatan pengadilan yang belum diverifikasi, email, serta materi lain kembali memicu perdebatan publik. Sejumlah nama tokoh terkenal disebut-sebut muncul dalam berkas tersebut, termasuk Kashyap, yang diidentifikasi dalam salah satu pertukaran email sebagai “sutradara Bollywood terkenal”.
Menanggapi hal ini, Kashyap dengan tegas membantah adanya hubungan atau keterlibatan apa pun dengan Epstein. Kepada Hindustan Times, ia menyatakan tidak mengetahui sama sekali konteks penyebutan namanya. Ia menjelaskan bahwa dirinya kerap menerima banyak undangan sebagai pembicara setiap bulan dan jarang menanggapinya secara serius.
Ia juga membantah detail lokasi yang disebut dalam dokumen tersebut. “Saya bahkan belum pernah menginjakkan kaki di Beijing seumur hidup saya,” ujar Kashyap, merujuk pada salah satu klaim yang
beredar di media sosial.
Lebih lanjut, Kashyap mempertanyakan kredibilitas dokumen-dokumen yang kini menjadi bahan spekulasi. Ia menyebut materi tersebut hanyalah rangkaian email acak yang tidak dapat dijadikan dasar tuduhan. Menanggapi pemberitaan sensasional, ia menyindir bahwa judul-judul clickbait yang mencatut namanya justru lebih menarik perhatian publik dibandingkan film-filmnya.
Kontroversi ini bermula dari rilis jutaan halaman dokumen oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat yang berkaitan dengan penyelidikan terhadap jaringan Epstein. Publikasi lanjutan dari berkas-berkas tersebut memicu gelombang reaksi internasional, seiring jurnalis dan peneliti menelaah isinya.
Selain Kashyap, sejumlah sineas India lain seperti Mira Nair dan Nandita Das juga disebut dalam dokumen tersebut. Namun, para pengamat mengingatkan agar publik tidak menarik kesimpulan tanpa bukti dan verifikasi yang kuat.




