Courtesy: filmfare.com
Menjelang perilisan film epik Ramayana pada November mendatang, maestro musik peraih piala Oscar, A.R. Rahman, memberikan tanggapannya terkait beragam reaksi dan perdebatan di media sosial mengenai beberapa lagu awal seperti Ravana Tandav dan Mangal Rang. Dengan ketenangan khasnya, sang komposer menegaskan bahwa ia tidak terusik oleh kehebohan awal di dunia maya karena memahami betapa cepatnya sentimen publik dapat berubah.
Rahman mengungkapkan bahwa proses kreatif yang sangat intens bersama timnya telah melalui berbagai tahap penyaringan dan pengujian ketat sebelum dirilis ke publik. Kedalaman proses tersebut membuat mereka tidak lagi memiliki energi untuk terus-menerus memantau umpan balik sesaat di media sosial. Bagi Rahman, yang terpenting adalah kejujuran serta ketulusan dalam berkarya agar dapat dirayakan oleh para penikmat musik secara luas.
Merenungkan perjalanan kariernya selama lebih dari tiga dekade, sang musisi legendaris menolak untuk terjebak dalam nostalgia pencapaian masa lalu. Dalam menggarap lanskap suara untuk film mahakarya arahan Nitesh Tiwari ini yang dibintangi oleh Ranbir Kapoor dan Sai Pallavi. AR Rahman menyuntikkan semangat baru dengan menghadirkan lagu-lagu dalam lima bahasa berbeda guna menjangkau audiens yang lebih luas.
Proyek sinematik megah ini makin diantisipasi karena Rahman melanggar kebiasaannya bekerja sendirian dengan berkolaborasi bersama komposer kondang Hollywood, Hans Zimmer. Kerja sama ini disebutnya sebagai anugerah luar biasa yang akan membawa musik sinema India ke panggung global, sekaligus membuktikan bahwa karya yang dibuat dengan dedikasi tinggi akan selalu mampu berbicara sendiri melampaui riuh perbincangan sesaat.




