News

Film Haq Merajai Netflix India, Tembus 10 Besar di 14 Negara

2 menit baca
15 views
Film Haq Merajai Netflix India, Tembus 10 Besar di 14 Negara

Courtesy: bollywoodhungama.com

 

Haq mencuat sebagai salah satu film berbahasa Hindi paling banyak ditonton di Netflix pada awal 2026, menandai tonggak penting dalam perjalanan kreatif sutradara Suparn S. Varma. Di tengah ekosistem OTT yang kerap didominasi popularitas sesaat, film ini justru menunjukkan daya tarik yang berkelanjutan, baik dari sisi jumlah penonton maupun perbincangan public yang mengukuhkan reputasi Varma sebagai filmmaker dengan penceritaan sosial yang kuat dan berorientasi pada performa aktor.

 

Berdasarkan daftar mingguan Netflix, Haq langsung menduduki peringkat nomor satu di India dan menempati posisi kedua secara global dalam kategori 10 Film Non-Inggris Teratas. Tak hanya itu, film ini juga berhasil masuk 10 besar di 14 negara dan meraih posisi puncak di lima di antaranya, mencerminkan respons internasional yang solid terhadap drama ruang sidang berbahasa Hindi yang mengedepankan gagasan ketimbang kemegahan visual.

 

Sejak debutnya, Haq melesat ke puncak tangga Netflix India dan mempertahankan posisinya dengan konsisten, bahkan melampaui sejumlah judul yang telah lebih lama tersedia di platform tersebut. Di luar capaian angka, film ini juga memicu diskusi luas di kalangan insan perfilman. Aktor, sutradara, hingga kreator konten OTT ramai membicarakan pendekatan Varma yang tenang namun penuh keyakinan—memberi ruang bagi keheningan, ketegangan, dan ambiguitas untuk menyampaikan makna.

 

Kekuatan narasi Haq bertumpu pada penampilan Yami Gautam dan Emraan Hashmi. Gautam menghadirkan sosok Shazia dengan ekspresi yang terkendali dan tegas, sementara Hashmi tampil dalam salah satu peran paling mengusik sepanjang kariernya. Duet keduanya menggeser drama ruang sidang dari sekadar prosedur hukum menjadi telaah mendalam tentang kekuasaan, iman, relasi pernikahan, serta tanggung jawab moral.

 

Terinspirasi dari kasus Shah Bano tahun 1985, Haq memilih pendekatan personal dan manusiawi dalam menyoroti momen krusial sejarah hukum India. Alih-alih menjadi rekonstruksi peristiwa, film ini menyoroti dampak nyata sistem hukum dan sosial terhadap individu, membiarkan ketegangan serta ketidaknyamanan tetap menjadi inti pengalaman menonton.

Bagikan: